Rahasia Tata Ruang Sarang Laba Laba Di Kotabaru Jogja
-
Sumber Foto : jogja.jpnn.com
Kotabaru merupakan satu di antara banyak tempat ikonik di Jogja. Bangunan-bangunan tinggi khas Eropa awal abad 20 dengan paduan jendela jendela besar yang menyesuaikan iklim di negara tropis. Tidak hanya bangunan, Kotabaru juga memiliki tata ruang yang berkiblat pada Eropa, memadukan pemukiman, jalan, dan taman dalam satu wilayah dengan posisi dan jumlah yang proporsional.
Berawal dari kepadatan pemukiman di sekitar Benteng Vredeburg, pemerintah Belanda akhirnya membangun sendiri sebuah pemukiman elite yang memisahkan orang-orang Belanda dengan kelompok masyarakat lainnya. Pembangunan wilayah ini membuat orang-orang elit Belanda menjadi kelompok yang membatasi dirinya dengan pribumi dan tionghoa di Jogja pada masa itu
Wilayah dengan tata ruang seperti sarang laba-laba

Source: Scribd
Jika dilihat dari atas melalui google maps, wilayah Kotabaru menjadi highlight yang unik selain wilayah benteng Keraton Yogyakarta. Berbeda dengan perumahan- perumahan elit lain dengan grid yang rapi, Kotabaru tampak membentuk garis radial yang melengkun. Tata ruang tersebut tidak sekedar soal estetik belaka, tata ruang yang membentuk lengkungan menjadi jalur angin agar sirkulasi udara di wilayah Kotabaru merata dan mengalir dengan baik.
Menjadi wilayah terpadu yang serba ada

Source: Instagram @dinpertarujogja
Kotabaru sebagai identitas elit belanda pada masa itu, memiliki fasilitas umum yang lengkap. Mulai dari rumah ibadah yang cukup lengkap dari berbagai agama, fasillitas kesehatan dengan rumah sakit yang memadai, serta sekolah-sekolah yang lengkap. Tidak lupa juga hiburan, selayaknya orang-orang barat, Kotabaru terdapat Stadion Kridosono sebagai pusat hiburan pada masa itu.
Kotabaru, dengan keadaan dan kultur komunitasnya tersebut menjadikan sungai code sebagai tembok pemisah antara belanda dengan pribumi dan tionghoa. Orang-orang elit belanda pada saat itu berusaha mengobati kerinduan pada kampung halamannya dengan membangun dan menata pemukiman bernuansa eropa di tanah jawa. Puluhan tahun kemudian, formasi ruang, rerindang pohon, dan jejeran bangunan masih terjaga, membuat kesejukan dan ketenangannya terus dirasakan hingga sekarang.
Ingin mencari lebih banyak informasi seputar Jogja? Kunjungi website jogjajogja.id dan Instagram jogjajogjaid
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

