Tahun Baru ala Jogja
-
Sumber Foto : Dokumentasi Tim Jogja Jogja
Jogja, dengan keteraturan hidupnya, mengajarkan bahwa pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan letusan kembang api. Pergantian tahun tidak memerlukan energi berlebih, cukup merefleksikan kehidupan di tahun lalu dan 'ancang-ancang' untuk menjalani kehidupan, menyiapkan 'gebrakan-gebrakan' di tahun depan agar lebih terukur dan 'tidak keluar jalur'.

Berpesta ria dan melihat kembang api di tengah kota kerap menjadi 'obat alternatif' yang lumrah untuk melepas beban setahun penuh sebelumnya. Namun, bak pisau bermata dua, kemeriahan itu juga sering bermuara pada kelalaian. Lupa merefleksikan, lupa menyusun arah, sehingga hal-hal menjengkelkan di tahun lalu berulang tanpa disadari.
Baca juga: Bosan Macet di Kota? Ini 5 Tempat Staycation dengan View Samudra di Pantai Selatan Jogja

Padahal, proses perenungan untuk mempersiapkan tahun yang baru bisa ditunaikan pada kondisi yang tenang agar pikiran lebih matang. Tanpa kembang api, tanpa alkohol, dan hal-hal yang identik dengan gemerlap malam lainnya, cukup dengan meregangkan badan di ketinggian dan menghirup udara segar di bawah matahari pertama terbit agar pikiran lebih matang.

Jogja secara tidak langsung menawarkan cara alternatif untuk itu, menyiapkan tahun baru dengan kesadaran dan ketenangan. Prinsip tersebut bukan sekedar alasan untuk menunda-nunda dan bermalas-malasan, melainkan mengatur rencana agar lebih terarah dan terukur. Jogja memang berbanding terbalik dengan kota-kota besar lainnya, ia berjalan dengan ritmenya yang santai, tidak 'grusa-grusu', dan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ingin mencari lebih banyak informasi seputar Jogja? Kunjungi website jogjajogja.id dan Instagram jogjajogjaid
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

